Cari Nemo di Iboih ternyata nggak semudah nonton filmnya. Saya ngerti banget perasaanmu yang pengen lihat clownfish bergelantungan di anemon, tapi takut habis banyak uang atau malah nggak ketemu. Setelah bolak-balik ke Iboih, saya rangkum semua triknya buatmu—mulai dari harga kapal nyata sampai spot pasti lihat Nemo.

Pertama Kali Mendarat di Iboih: Beda Dari Bayangan
Pantai Iboih itu tenang. Bukan yang ramai kayak Pantai Parangtritis atau Kuta. Pasirnya putih kecoklatan, airnya biru toska yang bikin mata segar. Suasananya kayak desa nelayan kecil yang nggak terburu-buru. Warung-warung di pinggir pantai nawarin makanan laut segar dengan harga masuk akal.
Yang paling bikin betah: orang-orangnya ramah tapi nggak maksa. Nggak ada yang ngejar-ngejar nawarin paket snorkeling kayak di beberapa tempat wisata lain. Kamu bisa duduk dulu, ngopi, baru deh mikir mau snorkeling atau nggak.
Biaya Sewa Kapal: Nyata di Lapangan
Ini yang paling sering ditanya: berapa sih sebenarnya? Jangan percaya brosur-brosur online yang bilang murah banget. Harga bervariasi tergantung musim dan keahlian kamu nawar.
Opsi 1: Kapal Pribadi (Private Boat)
Kapasitas 4-6 orang. Ini paling fleksibel soal waktu dan spot. Kamu bisa minta nambah jam atau ganti tujuan mid-trip. Harganya Rp 350.000 – 500.000 per kapal untuk 2-3 jam. Saya pernah dapet Rp 300.000 pas low season (Februari-Maret) dengan nawar halus sambil ngobrol santai sama nelayan.
Opsi 2: Sharing Kapal (Join dengan Turis Lain)
Buat solo traveler atau backpacker, ini paling hemat. Kamu bayar per orang, biasanya Rp 100.000 – 150.000 per orang untuk rute standar. Durasinya tetap 2-3 jam, tapi kamu harus ikut jadwal kelompok. Saya pernah join sama dua orang Jerman, seru abis karena bisa tuker cerita.

Spot Nemo: Mana yang Paling Jitu?
Nemo-nya Iboih itu spesies Amphiprion ocellaris, yang oranye-putih. Bukan yang fancy punya garis hitam. Mereka tinggal di anemon raksasa yang warnanya ungu-pink. Ada tiga spot andalan:
- Pulau Rubiah (Rubiah Island): Ini surganya. Di sisi timur pulau, kedalaman 3-5 meter, anemonnya besar-besar. Saya selalu lihat minimal 5-6 ekor Nemo di satu anemon. Visibility-nya 15-20 meter pas air surut.
- Gapang Beach: Lebih dekat dari Iboih, tapi Nemo-nya lebih jarang. Kadang cuma 1-2 ekor. Cocok buat pemula yang mau latihan dulu.
- Underwater Volcano: Spot advanced, kedalaman 10 meter. Bukan tempat Nemo utama, tapi kadang ada yang lewat. Saya saranin fokus ke Rubiah aja.
Kondisi Lapangan: Harapan vs Realita
Air Iboih emang jernih, tapi jangan harap kayak Maldives. Pas musim hujan (Desember-Februari), visibility bisa turun jadi 5-10 meter. Arusnya juga lebih kencang. Paling enak snorkeling di April-Oktober, pas musim kemarau.
Suhu air stabil di 27-29°C, jadi nggak perlu wetsuit tebal. Cukup rashguard dan celana panjang buat hindari jellyfish kecil yang kadang muncul. Saya pernah kena, gatalnya 2 hari.
Pro Tip: Jangan snorkeling siang bolong (11.00-14.00). Cahaya menyilaukan di bawah air, dan ikan-ikan pada sembunyi. Pagi (07.00-09.00) atau sore (15.00-17.00) paling magis.
Perlengkapan: Bawa Sendiri atau Sewa?
Di Iboih, rental masker+snorkel+fin itu Rp 50.000 – 75.000 per set. Kualitasnya standar, kadang maskernya berembun. Kalau punya sendiri, bawa aja. Saya selalu bawa masker pribadi karena lebih pas di muka.
Life jacket disediakan gratis sama kapal. Tapi kalau kamu nggak bisa berenang, lebih baik sewa yang lebih bagus di dive shop (Rp 30.000/hari). Jangan malu pakai life jacket, safety first.
Perbandingan Paket Snorkeling
| Jenis Paket | Harga | Durasi | Spot Dikunjungi | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Private Boat Basic | Rp 350.000 | 2 jam | Rubiah Island only | Keluarga kecil |
| Private Boat Plus | Rp 450.000 | 3 jam | Rubiah + Gapang | Fotografi underwater |
| Sharing Standard | Rp 100.000/orang | 2.5 jam | Rubiah + 1 spot bonus | Solo traveler |
| Full Day Trip | Rp 600.000 | 6 jam | Rubiah + Sekilak Island | Hardcore snorkeler |
Catatan: Harga bisa naik 20-30% pas high season (Juni-Agustus) atau long weekend. Selalu konfirmasi ulang sebelum naik kapal.
Tips Hemat & Anti Tipping Point
Kalau maksimal budget, dateng aja pagi-pagi ke pantai, cari grup yang lagi kurang orang. Biasanya kapten kaple bakal seneng nambahin kamu dengan harga diskon. Saya pernah dapet harga Rp 80.000 cuma karena ngobrol sopan dan ngecek kesiapan grup.
Bawa bekal air mineral dan snack. Kapal nggak nyediain, dan harga di Pulau Rubiah mahal (Rp 10.000/botol). Juga bawa kantong plastik buat sampah. Jangan jadi turis sampah.
Warning Penting: Jangan pernah mau paksa naik kapal kalau cuaca mendadak buruk. Para nelayan Iboih paham kondisi lokal. Kalau mereka bilang “bahaya,” percaya. Saya pernah lihat turis ngotot berangkat, kapalnya kandas di karang. Mending rugi uang daripada nyawa.
Final Verdict: Worth It Nggak?
100% worth it kalau kamu dateng di waktu yang tepat dan paham triknya. Iboih bukan tempat mewah, tapi authentic. Kamu bakal dapet snorkeling quality yang nggak kalah dari Raja Ampat (meski skalanya mini) dengan harga sepersepuluhnya.
Spot Nemo di Rubiah itu konsisten. Saya udah kesana 4 kali, dan selalu lihat Nemo. Kadang malah ketemu turtle atau blacktip reef shark kecil. Yang paling berkesan: duduk di pinggir kapal sambil ngeliat sunset setelah snorkeling. Itu momen yang nggak ada harganya.
Jadi, pack your mask, siapin cash, dan jangan lupa tabah nawar. Iboih nunggu kamu.




