Jadi, kamu lagi ngidam banget ke Karimunjawa, tapi bingung mau naik kapal apa? Sama. Dulu aku juga gitu. Ngebayangin pulau cantik tapi stuck di perjalanan sengsara. Mabuk laut itu bukan cuma sekadar pusing-pusing cantik, bisa bikin liburan hancur sebelum mulai. Nah, setelah bolak-balik Jepara-Karimunjawa pakai dua moda transportasi ini, aku mau spill semua—tanpa filter—biar kamu bisa pilih sesuai kepribadian (dan lambung) kamu.

Kapal Feri Siginjai: Perjalanan 6 Jam Penuh Surprise

Pertama kali aku naik Kapal Feri Siginjai, aku kira bakal kayak naik bus laut. Ternyata… lebih mirip naik kereta ekonomi yang terombang-ambing. Kapal ini berangkat dari Pelabuhan Jepara jam 9 pagi, tiba di Karimunjawa sekitar jam 3 sore. Total waktu: sekitar 6 jam dengan kondisi normal.

Harga tiket? Sekitar Rp 100.000-120.000 per orang untuk kelas ekonomi. Murah banget, tapi inget: kamu bayar dengan waktu dan kenyamanan. Ada kelas VIP yang lebih mahal, tapi menurutku bedanya cuma kursi yang lebih empuk dan AC yang lebih dingin—kalau AC-nya nyala, yah.

Kapal ini bawa kendaraan, truk, bahkan sepeda motor. Jadi suasananya rame, berasa pasar apung. Aroma bensin dan ikan kadang bercampur jadi satu. Kalau kamu tipe yang suka ngobrol sama penduduk lokal, ini surga. Tapi kalau cari ketenangan, siap-siap bawa headset.

Mabuk Laut Level: Expert

Ini yang paling penting. Kapal feri itu lambat dan besar, tapi justru itu bikin mabuk laut lebih parah. Getarannya pelan tapi konstan, kayak digoyang-goyang terus selama 6 jam. Aku lihat banyak penumpang yang sudah hijau-hijau di jam kedua. Ada yang muntah di kamar mandi, ada yang asal muntah di laut (maaf, ikan).

Baca:  Snorkeling Di Pantai Iboih Sabang: Review Biaya Sewa Kapal & Spot Nemo

Tips dariku: minum obat mabuk laut 1 jam SEBELUM naik kapal. Jangan percaya sama yang bilang “nanti juga terbiasa”. Enggak. Lambungmu enggak peduli kamu jago renang atau enggak. Duduk di geladak atas, lihat horizon, dan hindari geladak dalam yang bau mesin.

Kapal Cepat Express: Jet-nya Laut Jawa

Fast boat atau kapal cepat ini alternatif yang lebih modern. Ada beberapa operator kayak Express Bahari atau Kartini I. Perjalanan cuma 2-2,5 jam. Berangkat pagi dari Jepara, tengah hari udah bisa nyantai di pantai Karimunjawa.

Harga? Rp 250.000-300.000 per orang, satu arah. Lebih mahal dua kali lipat, tapi waktumu lebih hemat. Kapalnya lebih kecil, kursi kayak di pesawat, dan ada AC yang beneran dingin. Plus, mereka kasih air mineral gratis. Mewah, lah.

Kapal cepat ini enggak bawa kendaraan, jadi penumpangnya lebih sedikit dan rame-nya terkontrol. Suasananya lebih tenang, lebih bisa tidur atau baca buku tanpa diganggu bau bakar ikan.

Mabuk Laut Level: Medium (Tapi Bisa Parah)

Logikanya, kapal cepat = lebih mantap, kan? Salah. Kapal kecil itu lebih responsif sama ombak. Kalo laut sedang bergelombang, kapal ini loncat-loncat kayak naik rodeo. Bedanya, mabuknya lebih cepat datang dan lebih cepat selesai karena perjalanan singkat.

Aku pernah naik pas ombak tinggi. Di jam pertama masih oke, ngobrol-ngobrol. Jam kedua, tiba-tiba ada yang teriak “stop!” dan buru-buru ke toilet. Kursi bercampur aroma parfum dan muntah. Not fun. Tapi ya, cuma 2 jam. Bisa ditahan.

Perbandingan Langsung: Mana yang Lebih Worth It?

Mari kita breakdown biar gampang:

  • Waktu: Feri 6 jam vs Express 2 jam. Express menang telak.
  • Harga: Feri Rp 120rb vs Express Rp 300rb. Feri menang (tapi bayar dengan waktu).
  • Kenyamanan: Express lebih nyaman, tapi feri punya “charm” backpacker-nya sendiri.
  • Mabuk Laut: Feri lebih parah karena durasi panjang, Express lebih cepat tapi lebih keras getarannya.
  • Flexibilitas: Feri bawa motor/mobil, Express cuma penumpang.
Baca:  Review Pantai Sorake Nias: Apakah Cocok Untuk Non-Surfer? (Cek Fasilitasnya)

Jadi, pilihan tergantung prioritas kamu. Mau hemat? Naik feri. Mau cepat dan nyaman? Express. Mau bawa motor? Ya feri aja.

Tips Praktis dari Orang yang Pernah Hijau di Dua Kapal

Berdasarkan pengalaman pahit manis, ini checklist wajib:

  1. Check cuaca dulu. Kalau BMKG bilang ombak 2-3 meter, pertimbangkan lagi. Atau stock obat mabuk laut banyak-banyak.
  2. Beli tiket online atau di agen resmi. Jangan percaya calo di pelabuhan. Harga bisa beda Rp 50.000-100.000.
  3. Pilih kursi strategis. Di feri, duduk di geladak atas, pinggir. Di express, kursi tengah, dekat jendela.
  4. Bawa makanan ringan. Jangan makan berat sebelum naik. Crackers dan permen jahe itu penyelamat.
  5. Life vest jadi bantal. Di kapal cepat, life vest bisa dipake sebagai bantal tambahan. Praktis.

Pro tip: Kalau kamu punya budget dan waktu cuma long weekend, Express itu investasi mental health. Tapi kalau kamu backpacker dengan waktu longgar, Feri itu bagian dari petualangan yang nanti bisa diceritakan sambil ngopi.

Kesimpulan: Kamu Tipe Traveler yang Mana?

Naik feri itu kayak nonton film indie: lambat, penuh karakter, kadang bikin pusing, tapi memorable. Naik express kayak nonton blockbuster: cepat, nyaman, efisien, tapi kurang “cerita”.

Untukku pribadi, sekarang lebih milih express. Uang bisa dicari, waktu liburan cuma sedikit. Tapi kalau lagi pengen “feel” dan mau bawa motor, feri tetap jadi pilihan. Yang penting, siapin obat mabuk laut dan mindset yang kuat.

Karimunjawa itu indah banget, pantainya bikin lupa semua penderitaan di perjalanan. Tapi perjalanan yang nyaman bikin kamu bisa langsung enjoy begitu sampai, bukan harus istirahat seharian di homestay gara-gara mabuk. Pilih sesuai budget, waktu, dan kuat tidaknya lambungmu. Selamat jalan, dan jangan lupa bawa plastik kresek—just in case.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Pantai Klayar Pacitan: Fenomena Seruling Samudera Dan Akses Jalan Untuk Bus

Pacitan memang surganya pantai-pantai cantik di Jawa Timur. Tapi kalau kamu pernah…

Pantai Trikora Bintan: Kondisi Jalan, Tiket Masuk, Dan Spot Foto Terbaru

Pernah ngerasa bingung mau ke pantai yang katanya bagus tapi takut jalannya…

Pantai Panjang Bengkulu: Kenapa Dilarang Berenang? Ini Alternatif Aktivitasnya

Gue masih inget betul perasaan kecewanya pas pertama kali nyampe di Pantai…

Pantai Papuma Jember: Hati-Hati Monyet Liar? Review Keamanan & Warung Makan

Ketika pertama kali denger soal Pantai Papuma, yang terlintas justru bukan ombaknya…