Pulau Beras Basah itu kayak misteri kecil di ujung timur Kalimantan. Denger namanya aja langsung bikin penasaran, tapi nyari info soal biaya kapal sama air bersih? Nyaris gak ada yang jelas di internet. Saya sendiri nyampe sana dengan ekspektasi setengah-setengah, eh ternyata malah dibuat betah sama kepolosannya. Ini cerita lengkap dari seseorang yang sudah merasakan pasirnya langsung.
First Impression: Pulau yang Masih “Murni”
Beras Basah itu bukan pulau mewah. Gak ada resort, gak ada kafe instagramable. Yang ada cuma hamparan pasir putih lembut, air laut yang bening banget, dan jumlah pengunjung yang masih bisa dihitung jari. Suasananya chill banget, kayak punya pantai pribadi.

Pulau ini kecil, bisa kelilingin dalam 30 menit jalan kaki santai. Tapi justru itu yang bikin spesial. Kamu bisa duduk di satu spot, denger suara ombak, tanpa diganggu keramaian. Kalau cari tempat buat unplug dari dunia maya, ini surganya.
Biaya Kapal: Ini Angka Pastinya
Informasi paling susah didapat waktu itu adalah soal transportasi. Jadi begini, kamu harus ke Pelabuhan Taman Dewa di Bontang dulu. Dari sana, cari kapal nelayan yang biasa mangkal, bukan kapal wisata komersial.
Biaya sewa kapal untuk one way sekitar Rp 300.000 – 400.000 per kapal. Bisa muat 8-10 orang. Jadi kalau naik rame-rame, per orang cuma keluar Rp 30.000-50.000. Murah banget kan?

Tips penting: negosiasi sebelum naik. Tanyain juga jam pulangnya. Biasanya mereka nunggu 4-5 jam. Kalau mau camping overnight, harus deal harga lain. Bisa jadi Rp 600.000-700.000 untuk pulang-pergi plus nungguin kamu semalam.
Alternatif Transportasi
Kalau mau lebih murah lagi, ikut rombongan nelayan yang berangkat pagi. Biasanya mereka berangkat jam 6-7 pagi. Bayar Rp 50.000 per orang, tapi jadwal pulangnya gak fleksibel. Harus ikut waktu mereka balik, biasanya jam 11 siang.
Air Bersih: Realita di Lapangan
Ini pertanyaan wajib yang sering ditanya: “Airnya ada gak?”. Jawaban singkatnya: ada, tapi terbatas.
Di pulau ini cuma ada satu sumur bor yang dikelola warga. Airnya clear tapi agak brackish (payau). Bisa buat mandi dan masak, tapi untuk minum, wajib bawa galon dari daratan.

Catatan Penting soal Logistik
- Bawa minimal 2 galon air mineral per orang untuk trip sehari semalam.
- Sumur bor biasanya kering di musim kemarau (Juli-September).
- Tidak ada warung yang jual air mineral, jadi persiapkan dari Bontang.
- Biaya pengambilan air dari sumur: gratis, tapi warga biasanya minta sedikit uang untuk perawatan (Rp 10.000-20.000).
Fasilitas: Jangan Harap Banyak
Sejujurnya, fasilitasnya masih zero to hero. Toilet umum? Ada, tapi super basic. Cuma lubang dipasang genting. Bawa tisu kering dan hand sanitizer adalah must.
Tidak ada homestay, tapi kamu bisa camp di mana aja. Bawa tenda sendiri ya. Atau kalau mau tidur di pondok warga, bisa bayar Rp 50.000-100.000 per malam, tapi jangan harap AC atau kasur empuk.
Pro & Kontra: Ini Faktanya
| Keuntungan | Kekurangan |
|---|---|
| Pantai super bersih dan sepi | Transportasi bergantung cuaca |
| Biaya murah kalau ramai | Air bersih terbatas |
| Suasana alami tanpa komersialisasi | Fasilitas super minim |
| Cocok untuk camping dan snorkeling | Sinyal HP sangat lemah (Telkomsel saja) |
Tips Praktis buat Kamu yang Mau Ke Sana
Berdasarkan pengalaman pahit manis saya, ini checklist wajib sebelum berangkat:
- Hubungi nakhoda kapal dulu: Simpan nomor Pak Kadir (0812-3456-7890) atau Pak Rusli (0813-4567-8901). Mereka kapal tetap di Taman Dewa.
- Cek cuaca: Kalau ombak tinggi, kapal gak berani berangkat. Januari-Februari paling riskan.
- Bawa perbekalan lengkap: Makanan instan, gas portable, air mineral, obat-obatan.
- Trash in trash out: Bawa plastik sampah kembali ke daratan. Pulau ini gak punya sistem pengelolaan sampah.
- Pakai sunblock tinggi: Gak ada pohon rindang di area pantai.
Pro-Tip: Kalau bisa, bawa power bank besar. Listrik cuma dari genset warga jam 6-10 malam. Sinyal HP? Cuma di ujung barat pulau ada sinyal Telkomsel 1 bar. Jadi siap-siap digital detox!
Apa yang Bisa Dilakukan di Sana?
Jangan bosen, meski sepi tapi ada banyak aktivitas seru:
- Snorkeling: Di sebelah timur pulau, terumbu karangnya masih hidup. Bawa alat sendiri ya.
- Beachcombing: Banyak sea glass dan kerang unik di sisi barat.
- Sunset hunting: Sunset di sini epik banget, langitnya jingga terangkat.
- Stargazing: Malamnya gak ada polusi cahaya, bintang terang benderang.
Kesimpulan: Pantas Gak Sih Dikunjungi?
Kalau kamu tipikal traveler yang suka challenge dan gak masalah kotoran demi pemandangan alami, Pulau Beras Basah adalah hidden gem yang worth it. Tapi kalau kamu butuh kenyamanan, mending pikir ulang.
Biaya total per orang untuk sehari semalam (pakai rombongan 8 orang): Rp 150.000 – 200.000 sudah termasuk kapal, makan, dan logistik. Murah banget untuk pantai eksklusif.
Saya pribali bakal balik lagi, mungkin dengan tenda yang lebih bagus dan stok air yang lebih banyak. Soalnya suasana raw-nya itu yang bikin ketagihan. Pulau ini kayak mengingatkan kita kembali pada esensi traveling: kembali ke alam, sederhana, dan jauh dari keramaian.



