Pernah ngerasain datang ke tempat ikonik tapi malah kecewa karena udah kelewat ramai atau komersil? Aku pernah. Makanya, sebelum ke Tanjung Tinggi, aku mikir dua kali. Tapi ternyata, pantai yang jadi lokasi syuting Laskar Pelangi ini masih menyimpan banyak kejutan.

Ini Kenapa Tanjung Tinggi Masih Worth It Dikunjungi

Bayangin aja, pasir putih lembut yang masih bersih, batu granit raksasa berwarna-warni, dan air laut yang gradasi biru-nya bikin mata melek. Beda sama pantai-pantai lain yang udah kelewat ramai, di sini kamu masih bisa dapetin spot foto tanpa harus ngantri atau ada photobomber.

Yang paling aku suka: suasananya masih autentik. Warga lokal masih nangkring di warung kecil, nawarin ikan segar tangkapan hari itu. Nggak ada mall mini atau gedung tinggi yang mengganggu view. Cuma pohon kelapa, angin, dan kamu.

Suasana dan Pengalaman Nyata di Lokasi

Aku sampe sana pas jam 9 pagi, udah panas tapi masih sepi. Dari parkiran, jalan kaki sekitar 5 menit lewat gang kecil yang dikelilingi semak. Langsung dibuka sama pemandangan batu granit super gede yang posisinya strategis banget.

Air lautnya? Jernih banget. Kamu bisa lihat ikan-ikan kecil berenang di dekat kaki. Pasang naiknya pelan, jadi aman buat berenang meskipun sama anak kecil. Ombaknya juga nggak ganas, cukup buat main-main.

Spot Favorit yang Jarang Diketahui

Di sisi kanan pantai, ada celah antara dua batu granit besar. Lewatin itu, kamu bakal nemuin mini lagoon yang airnya lebih dangkal dan super tenang. Pas banget buat duduk-duduk sendiri atau foto-foto tanpa gangguan.

Baca:  Pantai Menganti Kebumen: Review Shuttle Bus Dan Trekking Ke Mercusuar

Spot lainnya adalah di ujung pantai, dekat perbatasan dengan Tanjung Kelayang. Naik ke batu granit tinggi-tinggi di situ, kamu bisa dapetin view 360 derajat yang bikin speechless. Sunset dari sana? Chef’s kiss.

Fakta dan Angka yang Perlu Kamu Tau

Biar nggak cuma basa-basi, ini data konkret yang aku kumpulin:

  • Lokasi: Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung
  • Jarak dari Tanjung Pandan: Sekitar 30-40 km (45 menit naik motor)
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang (tahun 2024)
  • Biaya parkir: Rp 5.000 untuk motor, Rp 10.000 untuk mobil
  • Luas pantai: Kurang lebih 500 meter garis pantai
  • Jumlah batu granit signifikan: Lebih dari 20 formasi besar yang tersebar
  • Waktu terbaik: April-Oktober (musim kemarau, ombak tenang)

Angka-angka ini penting buat perencanaan budget. Dengan total sekitar Rp 15.000-20.000, kamu udah bisa menikmati salah satu pantai paling ikonik di Indonesia. Murah meriah tapi kualitas dunia.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan (Real Talk)

Sebagai traveler yang udah kesana-sini, aku harus jujur soal beberapa hal. Pertama, fasilitas masih terbatas. Toilet umum ada tapi nggak banyak, jadi kalau perlu, siap-siap antre pas lagi rame.

Kedua, akses jalan terakhir sekitar 500 meter belum diaspal. Kalau naik mobil, harus pelan-pelan. Motor lebih fleksibel. Tapi ini juga jadi nilai plus: akses yang susah dikit bikin sepi dari rombongan wisata besar.

Ketiga, phone signal di beberapa titik lemah. Bukan masalah besar buatku, tapi penting buat yang perlu stay connected. Saranku: kabari keluarga sebelum masuk area pantai.

Tips Praktis Buat Trip Tanjung Tinggi

Berdasarkan pengalamanku, ini checklist yang bisa bikin trip kamu lebih smooth:

  1. Bawa perlengkapan mandi sendiri: Handuk, sunblock, dan ganti baju. Warung di sana nggak jual.
  2. Sewa motor di Tanjung Pandan: Lebih murah dan fleksibel. Harga sewa sekitar Rp 70.000-100.000 per hari.
  3. Bawa uang cash: Sebagian besar warung nggak terima non-tunai. Siapin uang receh juga.
  4. Datang pagi atau sore: Hindari jam 11-15 karena panasnya bukan main. Sore-sore enak buat sunset.
  5. Respect lingkungan: Bawa sampah pulang. Aku lihat beberapa turis masih seenaknya buang sampah. Jangan jadi salah satu dari mereka.
Baca:  Review Pantai Pulau Merah Banyuwangi: Waktu Terbaik Untuk Sunset & Surfing Pemula

Satu lagi: coba makan di warung Bu Siti di dekat parkiran. Ikan bakarnya fresh, porsi banyak, harganya nggak lebih dari Rp 50.000. Dijamin puas.

Kesimpulan: Masih Worth It atau Nggak?

Sebagai pantai ikonik yang pernah jadi lokasi syuting film fenomenal, Tanjung Tinggi masih jaga kualitas. Nggak kelewat ramai, nggak kelewat komersil. Justru itu yang bikin special.

Menurutku, jawabannya 100% worth it. Kamu dapetin kombinasi alam yang spektakuler, sejarah pop culture, dan pengalaman autentik tanpa harus bayar mahal. Tapi yang paling penting: datang dengan ekspektasi yang realistis.

Ini bukan pantai dengan resort mewah dan bar beach club. Ini pantai untuk kamu yang bener-bener mau connect sama alam, dengerin suara ombak, dan ngerasain pasir di antara jari kaki. Kalau itu yang kamu cari, Tanjung Tinggi bakal jadi salah satu pantai favoritmu seumur hidup.

Jadi, kapan kita kesana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Pantai Papuma Jember: Hati-Hati Monyet Liar? Review Keamanan & Warung Makan

Ketika pertama kali denger soal Pantai Papuma, yang terlintas justru bukan ombaknya…

Pantai Panjang Bengkulu: Kenapa Dilarang Berenang? Ini Alternatif Aktivitasnya

Gue masih inget betul perasaan kecewanya pas pertama kali nyampe di Pantai…

Trip Ke Pulau Pahawang Lampung: Review Open Trip Vs Jalan Sendiri (Budget Breakdown)

Pernah ngerasain bingung mau ke Pulau Pahawang ikut open trip atau jalan…

Pantai Klayar Pacitan: Fenomena Seruling Samudera Dan Akses Jalan Untuk Bus

Pacitan memang surganya pantai-pantai cantik di Jawa Timur. Tapi kalau kamu pernah…