Pernah ngerasain bingung mau ke Pulau Pahawang ikut open trip atau jalan sendiri? Aku dulu juga. Ngelihat Instagram penuh foto-foto airnya yang sebening kaca, terus langsung panik: mahal nggak ya? ribet nggak ya? Akhirnya aku coba **dua-duanya** dalam setahun terakhir. Ini cerita plus angka-angka jelas buat kamu yang masih mikir-mikir.
Kenapa Sih Pahawang Bikin Ketagihan?
Sebelum bahas teknikal, aku mau cerita dulu soal vibe-nya. Pahawang itu bukan cuma satu pulau, tapi gugusan pulau kecil di Teluk Lampung. Airnya super duper jernih, coral-nya masih sehat, dan yang paling aku suka: belum terlalu ramai kayak Bali atau Lombok.

Pernah aku duduk di pasir Pulau Kelagian Kecil, cuma ada aku dan dua teman. Suara ombang pelan, angin sepoi-sepoi. Rasanya punya pulau pribadi deh. Itu yang bikin aku balik lagi, meski perjalanan dari Bandar Lampung butuh usaha.
Open Trip: Santai Tapi Nggak Bebas 100%
Pengalaman pertama aku ke Pahawang ya lewat open trip. Waktu itu aku mager riset, mager urus ini itu. Bayar, datang, ikutin arahan. Gitu aja.
Apa Saja yang Dikasih?
Kebanyakan open trip Pahawang itu paket lengkap. Mulai dari jemputan di Bandar Lampung, perahu, guide, makan tiga kali, snorkeling gear, bahkan homestay di Pulau Pahawang. Praktis banget.
Tapi ya itu, jamnya ketat. Jam 7 pagi harus sudah siap di dermaga. Mau snorkeling lebih lama di spot favorit? Nggak bisa, harus ikut rombongan. Mau makan siang lebih malem? Maaf, makanannya sudah disiapkan jam 12 siang.
Budget Realistis Open Trip
Harga open trip Pahawang rata-rata Rp 600.000 – 900.000/orang untuk paket 2D1N. Itu sudah include semua kecuali transport ke Lampung. Aku dulu bayar Rp 750.000, dapat homestay sederhana, makan oke-oke aja, dan perahu yang cukup bagus.

Yang jadi catatan: tips guide kadang jadi hidden cost. Mereka nggak langsung minta, tapi ada rasa wajibnya. Siapin aja Rp 50.000 – 100.000/orang buat ini.
Jalan Sendiri: Bebas Tapi Butuh Usaha
Sebulan lalu aku coba jalan sendiri sama 3 teman. Beda banget rasanya. Lebih capek di persiapan, tapi lebih puas di lapangan.
Step by Step Nyakitin Kepala (Tapi Worth It)
Pertama, kamu harus ke Dermaga Ketapang di Bandar Lampung. Dari bandara, naik Grab ke sana sekitar 45 menit, Rp 80.000 – 100.000. Terus cari perahu. Harga sewa perahu Rp 400.000 – 500.000/hari untuk perahu ukuran 6-8 orang. Bisa di-share.
Kedua, cari homestay. Di Pulau Pahawang ada banyak homestay warga. Harganya Rp 150.000 – 250.000/kamar untuk 2-3 orang. Nggak perlu booking jauh-jauh, datang aja. Tapi ya itu, fasilitasnya jangan dibayangin kayak hotel.
Ketiga, urus makan. Kamu bisa titip masak ke homestay (Rp 30.000 – 50.000/porsi) atau bawa sendiri. Kami pilih titip masak, soalnya mager bawa-bawa.
Keempat, snorkeling gear. Bisa sewa di dermaga atau bawa sendiri. Sewa Rp 50.000 – 75.000/set. Aku saranin bawa sendiri aja, lebih higienis.
Kelebihan & Kekurangan Jalan Sendiri
Bebasnya itu yang bikin candu. Mau snorkeling di spot Pahawang Kecil sampe puas? Bisa. Mau nongkrong di Pulau Kelagian sampai matahari tenggelam? Silakan. Kamu yang atur jam.
Tapi ya, ribet. Kalau perahu tiba-tiba mogok? Kamu yang urus. Hujan tiba-tiba? Kamu yang cari solusi. Dan bahasa Lampungnya harus sedikit lancar buat nawar-nawar. Nggak semua orang sana ngerti bahasa Indonesia formal.
Breakdown Budget: Mana yang Lebih Murah?
Ini yang paling ditunggu. Aku bikin tabel perbandingan untuk 2D1N per orang, asumsi grup 4 orang:
| Item | Open Trip (Rp) | Jalan Sendiri (Rp) |
|---|---|---|
| Transport Bandara – Dermaga | Include | 25.000 (share Grab) |
| Sewa Perahu (full day) | Include | 112.500 (share Rp 450.000) |
| Homestay 1 malam | Include | 75.000 (share Rp 150.000/kamar) |
| Makan (3x) | Include | 120.000 (3x @40.000) |
| Snorkeling Gear | Include | 50.000 (sewa) |
| Guide & Tips | Include (tapi tips opsional) | 0 (nggak perlu) |
| Extra (air mineral, jajan) | Include | 30.000 |
| Total | 750.000 | 412.500 |
Surprise! Jalan sendiri bisa lebih murah hampir setengah harga. Tapi inget, itu asumsi grup 4 orang. Kalau cuma 2 orang, harga perahu tetep Rp 450.000 jadi jadi Rp 225.000/orang. Jadi nggak jauh beda.
Warning Penting: Budget jalan sendiri di atas bukan termasuk “biaya pusing”. Kamu harus siap mikir, komunikasi, dan handle segala kemungkinan. Open trip itu bayar mahal buat nyewa ketenangan pikiran.
Tips dari Orang yang Pernah Kena Tipu Juga
Aku pernah kena tipu sama tukang perahu yang janjinya bagus tapi perahunya bocor. Jadi, ini tips dariku:
- Cek perahu dulu sebelum deal. Fotoin, liat mesinnya. Jangan cuma lihat dari jauh.
- Booking homestay lewat WhatsApp aja kalau bisa. Tanya foto kamar, foto toilet. Jangan malu.
- Bawa cash dalam pecahan kecil. Banyak yang nggak punya uang kembalian.
- Pakai sunblock ramah lingkungan. Koralnya masih sehat, jangan kita yang rusakin.
- Siapanin power bank. Listrik di pulau cuma nyala dari jam 6 malam sampe jam 10 malam.
Kalau kamu tipe orang yang nggak mau ribet dan punya budget cukup, open trip jelas pilihan. Tapi kalau kamu petualang sejati, suka eksplor, dan punya waktu fleksibel, jalan sendiri akan jadi pengalaman yang nggak terlupakan.
Kesimpulan: Kamu Tipe yang Mana?
Setelah dua kali coba, aku punya opini jelas. Open trip itu buat first-timer yang mau liat aja dulu Pahawang itu kayak apa. Buat yang udah pernah atau punya nyali besar, jalan sendiri jauh lebih rewarding.
Terakhir, jangan lupa bawa botol minum reusable. Aku lihat sendiri plastik mulai menumpuk di beberapa spot. Kita yang datang buat menikmati, bukan untuk nerusin rusak.
Semoga review ini bantu kamu ambil keputusan. Kalau ada pertanyaan spesifik, langsung aja tanya. Aku sering online kok, apalagi kalau lagi kangen suara ombak Pahawang.




